Salah satu manfaat penting konsumsi asam folat untuk ibu hamil trimester 3 adalah menurunkan risiko komplikasi persalinan. Yuk, cari tahu manfaat lain, risiko, dan total kebutuhannya!
Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil Trimester 3
Meskipun asupan asam folat sering dianjurkan untuk dikonsumsi pada trimester pertama, mengonsumsinya di trimester ketiga juga memiliki manfaat penting sebagai berikut:
1. Peran Asam Folat untuk Janin
Kecukupan nutrisi bagi ibu hamil selama trimester kedua dan ketiga, termasuk asam folat sangat penting untuk perkembangan kecerdasan bayi.
Fase pertumbuhan cepat otak pertama terjadi pada trimester ketiga kehamilan, di mana sel-sel saraf (neuron) di otak besar membelah dan berkembang dengan sangat cepat.
Selain membantu perkembangan otak janin sejak dini, asam folat memiliki peran penting dalam memastikan pertumbuhan fungsi otak yang sehat sepanjang masa kehamilan.
2. Manfaat Asam Folat bagi Kesehatan Ibu
Tidak hanya bagi janin, asam folat juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan ibu hamil.
Selama masa kehamilan, asupan asam folat yang cukup sangat diperlukan untuk mendukung produksi sel darah merah dan perkembangan jaringan rahim.
Konsumsi asam folat untuk ibu hamil trimester 3 yang cukup dapat membantu mencegah anemia, mengurangi risiko preeklampsia, serta menjaga energi.
Risiko Kekurangan Asam Folat di Trimester 3
Kadar asam folat yang rendah dalam tubuh Bunda selama hamil tidak hanya berisiko untuk diri sendiri, tetapi juga janin dalam kandungan. Berikut ini risiko yang mungkin dialami:
1. Dampak pada Perkembangan Janin
Pertumbuhan janin dipengaruhi oleh tingkat asam folat dan hemoglobin yang ada dalam tubuh ibu hamil.
Jika asupan asam folat tidak mencukupi, perkembangan plasenta sebagai organ yang menyuplai nutrisi ke janin akan terganggu.
Hal ini dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan gangguan pertumbuhan janin yang bisa memicu berat badan lahir rendah.
Asam folat juga berperan dalam sintesis DNA dan pembelahan sel, sehingga kekurangan folat bisa memengaruhi pertumbuhan janin secara keseluruhan.
2. Implikasi Jangka Panjang pada Anak
Kekurangan asam folat selama trimester ketiga juga dapat berdampak pada jangka panjang bagi anak setelah lahir.
Risiko keterlambatan perkembangan kognitif menjadi lebih tinggi, serta potensi munculnya masalah kesehatan di masa kanak-kanak, seperti gangguan fungsi otak.
Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga kecukupan asam folat dari trimester 1 hingga persalinan.
3. Dampak pada Kesehatan Ibu
Ibu hamil yang kekurangan asam folat lebih berisiko mengalami anemia yang dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan dan penurunan stamina.
Selain itu, kekurangan asam folat meningkatkan kemungkinan komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, terutama pada trimester ketiga.
Beberapa risiko yang mungkin timbul yaitu lepasnya plasenta, gangguan pembekuan darah, perdarahan otak, kerusakan pembuluh darah kecil, penumpukan cairan di paru-paru, kerusakan hati, dan gangguan jantung.
Itulah mengapa asupan asam folat untuk ibu hamil trimester 3 harus sesuai dengan rekomendasi dokter.
Berapa Kebutuhan Asam Folat Ibu Hamil Trimester 3?
Menurut Angka Kecukupan Gizi yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, ibu hamil trimester 3 disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat harian sebesar 600 mikrogram.
Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil trimester 3 yang sesuai bisa bantu mencegah anemia, infeksi setelah melahirkan, berat badan lahir rendah, dan kelahiran prematur.
Asupan ini dapat diperoleh dari sumber asam folat alami serta suplemen yang direkomendasikan dokter jika diperlukan.
Cara Memenuhi Kebutuhan Asam Folat di Trimester 3
Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk memastikan kebutuhan asam folat di trimester 3 kehamilan tercukupi dengan baik, yaitu:
1. Konsumsi Makanan Kaya Asam Folat
Makanan alami merupakan sumber utama asam folat. Beberapa makanan yang kaya akan asam folat antara lain:
- Alpukat: Setengah cangkir alpukat mengandung sekitar 59 mcg folat.
- Bayam: Setengah cangkir bayam rebus mengandung sekitar 131 mcg folat.
- Jus jeruk: Tiga perempat cangkir jus jeruk mengandung sekitar 35 mcg folat.
- Pisang: Setiap buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 24 mcg folat.
- Brokoli: Setengah cangkir brokoli mengandung sekitar 52 mcg folat.
- Kacang polong hitam: Setengah cangkir kacang polong hitam rebus mengandung sekitar 105 mcg folat.
- Asparagus: Empat batang asparagus mengandung sekitar 89 mcg folat.
- Kubis brussel: Setengah cangkir kubis brussel mengandung sekitar 78 mcg folat.
Selain itu, sereal yang diperkaya dan produk susu juga merupakan sumber asam folat yang baik. Untuk mengetahui jumlah pastinya, Bunda bisa lihat label nutrisi pada kemasan.
2. Konsumsi Suplemen Asam Folat
Selain dari makanan, ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat, terutama jika asupan dari makanan sehari-hari belum mencukupi.
WHO merekomendasikan dosis harian suplemen asam folat sebesar 400 mikrogram untuk ibu hamil guna mencegah risiko kelainan janin.
Bunda tidak boleh mengonsumsi lebih dari 1.000 mikrogram asam folat per hari, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya.
Sebab, terlalu banyak konsumsi asam folat akan menyembunyikan gejala kekurangan vitamin B12.
Meskipun suplemen prenatal biasanya sudah mengandung dosis asam folat yang dibutuhkan, namun selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
3. Memastikan Asupan Nutrisi Lain
Mengombinasikan asam folat dengan nutrisi lainnya akan membantu mendukung perkembangan janin yang optimal.
Bunda dianjurkan untuk konsumsi makanan yang padat nutrisi, termasuk buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, lemak sehat dengan asam lemak omega-3 di trimester 3.
Baca Juga: Menyusun Menu Harian Saat Hamil Trimester 3
4. Rutin Periksa Kehamilan untuk Pemantauan Gizi
Pemeriksaan kehamilan secara rutin tidak hanya penting untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin, tetapi juga memastikan Bunda mendapatkan nutrisi yang cukup.
Pada kehamilan trimester 3, Bunda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak tiga kali.
Jika ditemukan kekurangan nutrisi, dokter akan memberikan rekomendasi suplemen yang tepat sesuai dengan kondisi Bunda
5. Lengkapi dengan Susu Hamil
Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan, Bunda juga bisa mengonsumsi susu khusus hamil.
Sebaiknya pilih susu hamil yang kaya akan asam folat dan zat besi, serta diperkaya nutrisi lainnya untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin, seperti SGM Bunda High Iron & DHA.
Susu yang diformulasikan untuk ibu hamil dan menyusui ini bisa bantu memenuhi hingga 20% kebutuhan asam folat ibu hamil trimester 3.
SGM Bunda juga diperkaya dengan DHA, minyak ikan tuna, dan sumber protein. Bantu dukung pertumbuhan dan perkembangan janin lebih optimal.
Semoga informasi di atas bermanfaat untuk menjaga kesehatan kehamilan Bunda. Jangan lupa bergabung jadi member Generasi Maju untuk mendapatkan promo dan hadiah menarik setiap beli produk SGM.
Bunda juga bisa dapatkan akses ke ratusan artikel seputar tumbuh kembang bayi, cara perawatan bayi, hingga persiapan menyusui eksklusif. Daftar gratis, sekarang!