Facebook Pixel Code Zat Besi pada ASI: Manfaat, Kandungan, dan Cara Maksimalkan Penyerapannya

Zat Besi pada ASI: Manfaat, Kandungan, dan Cara Maksimalkan Penyerapannya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 25 March 2025

Menyusui
Nutrisi
Cover Image of Zat Besi pada ASI: Manfaat, Kandungan, dan Cara Maksimalkan Penyerapannya

 

Zat besi pada ASI penting untuk dukung tumbuh kembang bayi, terutama di enam bulan pertama kehidupannya. Ketahui manfaatnya dan cara meningkatkan zat besi dalam ASI!

Pentingnya Zat Besi untuk Bayi

Zat besi membantu pembentukan hemoglobin yang mengangkut oksigen dalam darah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, membuat bayi lelah, pucat, dan kurang aktif.

Zat besi membantu pembentukan mielin yang melindungi saraf dan mempercepat sinyal otak. Mielin penting untuk perkembangan otak, koordinasi gerak, dan fungsi kognitif seperti daya ingat dan kemampuan belajar.

Selain itu, zat besi juga membantu dalam pembentukan dan fungsi sel imun, sehingga bayi yang cukup zat besi lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit.

Apakah ASI Mengandung Zat Besi?

ASI mengandung zat besi, tapi jumlahnya sedikit yakni hanya 0,2-0,4 mg zat besi per liter. Meski demikian, kecukupan zat besi bayi dari ASI sebenarnya terjamin sampai dengan usia 4-6 bulan.

Hal ini karena zat besi pada ASI mudah diserap oleh pencernaan bayi. Kebanyakan bayi baru lahir juga mendapatkan cadangan zat besi dari darah ibunya selama masa kehamilan. 

Setelah 6 bulan, cadangan zat besi bayi akan menurun, sementara zat besi dari ASI tidak lagi bisa mencukupi kebutuhannya. Oleh karena itu, bayi akan memerlukan asupan zat besi tambahan dari MPASI.

Baca Juga: Dampak Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Mengatasinya

Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Zat Besi dari ASI

Selama 6 bulan pertama, sebagian besar bayi memiliki cadangan zat besi yang cukup. Namun, seberapa banyak cadangan zat besi bayi dipengaruhi oleh status zat besi ibu, dan waktu pemotongan tali pusar.

1. Status Gizi Bunda

Kualitas ASI sangat dipengaruhi oleh makanan Bunda. Itu sebabnya, kadar zat besi pada ASI bisa tinggi jika Bunda rutin mengonsumsi makanan tinggi zat besi sejak masa kehamilan. 

Ibu menyusui yang mengonsumsi makanan tinggi vitamin C, seperti jeruk dan tomat, juga dapat membantu bayi lebih mudah menyerap zat besi dari ASI.

Vitamin C berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi di tubuh, sehingga bayi bisa mendapatkan manfaat zat besi secara lebih optimal.

2. Bayi Lahir Prematur atau Bayi dengan Berat Lahir Rendah

Bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah lebih berisiko mengalami kekurangan zat besi lebih cepat.

Bayi prematur lahir lebih cepat sehingga ia hanya punya sedikit waktu untuk menyimpan cadangan zat besi yang cukup. Pasalnya, sebagian besar penimbunan zat besi terjadi pada trimester terakhir kehamilan. 

3. Waktu Penjepitan Tali Pusat

Waktu pemotongan tali pusar saat bayi lahir juga dapat memengaruhi cadangan zat besi dalam tubuhnya. 

Jika tali pusar dipotong terlalu cepat, bayi mungkin tidak mendapatkan cukup darah tambahan dari plasenta, yang kaya akan zat besi. 

Sebaliknya, jika pemotongan ditunda beberapa menit, bayi bisa menerima lebih banyak zat besi, yang penting untuk mencegah anemia di bulan-bulan pertama kehidupannya.

Baca Juga: Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir dan Tanda Sudah Kenyang Menyusu

Cara Meningkatkan Kandungan Zat Besi dalam ASI

Untuk meningkatkan kadar zat besi pada ASI, Bunda dapat melakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Makan Makanan Kaya Zat Besi Setiap Hari

Cadangan zat besi bayi dipengaruhi oleh status zat besi Bunda selama menyusui. Agar kadar zat besi dalam ASI meningkat, Bunda disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan tinggi zat besi. 

Makanan tinggi zat besi untuk ibu menyusui di antaranya daging merah (sapi, kambing, domba), hati sapi, hati ayam, ikan, telur, tahu, sayuran berwarna hijau gelap, dan pepaya. 

2. Makan Makanan yang Bantu Penyerapan Zat Besi

Bunda perlu mengonsumsi makanan tinggi vitamin C untuk dukung ketersediaan zat besi dalam ASI. Vitamin C dapat bantu meningkatkan penyerapan zat besi selama masa menyusui. 

Sementara itu, Bunda perlu menghindari makanan atau minuman yang mengandung tanin, seperti teh dan kopi. Begitu pula dengan produk olahan susu tinggi kalsium. 

Pasalnya, kedua kandungan tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi ke dalam ASI. 

3. Konsumsi Suplemen Zat Besi

Jika kadar zat besi Bunda sangat rendah, dokter dapat merekomendasikan suplemen zat besi.

Namun perlu diingat, penggunaan suplemen harus dengan persetujuan dokter untuk menghindari efek samping seperti konstipasi atau gangguan pencernaan.

Maka selain dari menu makanan sehari-hari, Bunda juga dapat melengkapi nutrisi harian selama menyusui dari susu SGM Bunda yang tinggi zat besi dan tinggi asam folat.

SGM Bunda juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, dan sumber protein. Dukung nutrisi lengkap di masa menyusui, dan lezatnya juga tidak bikin mual!

Baca Juga: Pilihan Makanan Sehat dan Bergizi untuk Ibu Menyusui

Itu dia informasi seputar manfaat dan cara meningkatkan kandungan zat besi pada ASI.

Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju untuk dapatkan panduan menyusui eksklusif, perawatan bayi, tips parenting, dan fitur-fitur menarik lainnya secara gratis.

Dapatkan juga promo dan penawaran menarik dari setiap pembelian SGM Bunda. Yuk, daftar sekarang!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya