Cara mengatasi anemia pada ibu hamil penting untuk diketahui demi menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Ketahui tips menangani anemia saat hamil di artikel ini!
Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil
Anemia pada ibu hamil dapat memengaruhi pertumbuhan janin, menyebabkan kelahiran prematur, berat lahir rendah, atau cacat bawaan. Berikut adalah cara mengatasi anemia selama kehamilan:
1. Mengonsumsi Makanan Tinggi Zat Besi
Jika Bunda menderita anemia pada saat hamil, Bunda harus makan makanan yang tinggi zat besi. Ada dua jenis makanan tinggi zat besi yakni heme dan nonheme.
Zat besi heme lebih mudah digunakan oleh tubuh karena lebih mudah diserap dibanding zat besi nonheme.
Sumber zat besi heme meliputi hati sapi atau ayam, telur, ikan, dan susu. Zat besi nonheme ada pada tumbuhan seperti bayam, kangkung, tempe, oncom, dan kacang-kacangan.
2. Makan Makanan Tinggi Vitamin C
Cara mengatasi anemia pada ibu hamil juga perlu dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin C. Vitamin ibu hamil ini dapat mendukung penyerapan zat besi lebih maksimal di dalam tubuh.
Sayuran dan buah-buahan menjadi contoh makanan mengandung vitamin C. Bila masih dirasa kurang, Bunda bisa juga mengonsumsi suplemen khusus vitamin C.
Namun, konsultasikan dulu pada dokter kandungan, apakah mengonsumsi suplemen vitamin C aman untuk janin dan Bunda.
3. Minum Tablet Tambah Darah
Tablet tambah darah (TTD) berfungsi untuk mengatasi kekurangan zat besi, terutama jika sulit terpenuhi dari makanan. TTD efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan zat besi dengan cepat.
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, TTD sebaiknya dikonsumsi bersama buah tinggi vitamin C seperti jeruk atau jambu biji, serta makanan kaya zat besi seperti daging, atau ikan.
Bunda tidak perlu khawatir, TTD tidak akan menyebabkan janin terlalu besar, tekanan darah naik, atau terlalu banyak darah. Semua hal itu adalah mitos efek samping TTD.
Baca Juga: Gejala Anemia pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya
4. Konsumsi Suplemen Asam Folat
Selain anemia defisiensi besi, ada juga anemia defisiensi folat yakni saat tubuh kekurangan asupan asam folat.
Ibu perlu mengonsumsi makanan kaya asam folat seperti, bayam, buncis, asparagus, hati sapi, kacang tanah, jus jeruk, nasi merah, kembang kol, telur, selada, dan sereal terfortifikasi.
Bunda juga bisa menambah asupan asam folat dengan minum suplemen. Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, ya!
5. Minum Susu Ibu Hamil yang Diperkaya Zat Besi
Salah satu hal yang harus dilakukan jika ibu hamil anemia adalah minum susu ibu hamil tinggi zat besi dan asam folat untuk bantu mengurangi risiko anemia selama kehamilan.
Susu ibu hamil yang baik juga mengandung kalsium, vitamin D, dan protein. Kalsium berfungsi untuk membantu pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang janin.
Sedangkan, vitamin D yang bantu penyerapan kalsium dan protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
6. Konsumsi Suplemen Vitamin B12
Selain anemia defisiensi besi dan asam folat, anemia juga dapat terjadi karena kekurangan vitamin B12.
Vitamin B12 juga bisa menyebabkan komplikasi kehamilan antara lain defek lambung saraf, keguguran di usia kehamilan 20 minggu (abortus spontan), dan berat bayi lahir rendah.
Bunda bisa konsumsi makanan tinggi vitamin B12 seperti daging, ikan, yogurt, udang, susu, dan makanan fermentasi. Lengkapi dengan suplemen vitamin B12.
Baca Juga: Dampak dan Ciri Kekurangan Zat Besi pada Ibu Hamil
7. Memasak dengan Wajan Cast Iron
Sebagai cara mengatasi anemia pada ibu hamil, Bunda bisa mencoba memasak dengan wajan yang dibuat dari cast iron (besi cor/besi tuang).
Memasak dengan cast iron bisa meningkatkan kandungan zat besi dalam makanan, terutama bila Bunda memasak makanan asam.
Waktu memasak yang lebih lama juga akan menambah kadar zat besi pada makanan yang dimasak dengan wajan cast iron.
8. Menerapkan Kebersihan
Penyakit infeksi seperti diare, tipes, dan disentri dapat menyebabkan kekurangan gizi, termasuk anemia. Tubuh memerlukan lebih banyak energi dan nutrisi untuk melawan infeksi.
Untuk mencegah anemia, biasakan menjaga kebersihan sehari-hari. Cuci tangan dengan sabun, tutup mulut saat batuk, dan rutin gunting kuku untuk cegah cacingan.
9. Konsumsi Makanan Terfortifikasi
Untuk menambah kadar zat besi di tubuh, konsumsi makanan yang telah difortifikasi dengan zat besi.
Contoh makanan terfortifikasi yakni susu, keju, es krim, dan makanan berbasis tepung. Saat ini seluruh produk tepung terigu sudah diperkaya zat besi.
Selalu baca label kemasan untuk mencari makanan yang sudah difortifikasi zat besi ya, Bu!
Baca Juga: 5 Pantangan untuk Ibu Hamil Trimester 2
10. Infus Zat Besi
Infus zat besi secara intravena (IV) digunakan jika suplemen atau TTD tidak cukup untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Cara ini juga efektif bila kadar Hb <10 mg/dL atau ada gangguan penyerapan zat besi.
Infus dapat dilakukan pada ibu hamil dengan kondisi seperti IBD, angiodisplasia, atau HHT. Prosedur ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi meski ada gangguan medis.
Infus zat besi biasanya disarankan pada trimester ketiga (>34 minggu) untuk memastikan kadar hemoglobin tercapai sebelum persalinan.
11. Hindari Makanan yang Menghambat Penyerapan Zat Besi
Agar membuat proses penyerapan zat besi lebih optimal, hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat memperlambat zat besi terserap di dalam tubuh.
Makanan dan minuman yang perlu dihindari antara lain cokelat, rempah-rempah tertentu (cabai, ketumbar, kunyit, dan asam jawa), serta teh dan kopi yang dikonsumsi bersamaan dengan makanan kaya zat besi.
Itu dia berbagai cara mengatasi anemia pada ibu hamil yang bisa ibu lakukan untuk menjaga kesehatan Bunda dan janin.
Pastikan ibu memenuhi kebutuhan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan akibat anemia.
Bergabunglah di Klub Generasi Maju agar Bunda bisa mendapatkan informasi kesehatan selama kehamilan dan berkonsultasi bersama para ahli terkait kekhawatiran Bunda mengenai kehamilan, gratis!