Facebook Pixel Code 6 Manfaat Suplemen Zat Besi untuk Ibu Hamil dan Aturan Minumnya

6 Manfaat Suplemen Zat Besi untuk Ibu Hamil dan Aturan Minumnya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 12 March 2025

Trimester 1
Nutrisi
Cover Image of 6 Manfaat Suplemen Zat Besi untuk Ibu Hamil dan Aturan Minumnya

 

Saat hamil, kebutuhan zat besi meningkat seiring perkembangan janin. Karena itu, penting mengonsumsi makanan kaya zat besi dan mendukungnya dengan suplemen zat besi untuk ibu hamil.

Pentingnya Konsumsi Suplemen Zat Besi untuk Ibu Hamil

Kebutuhan zat besi Bunda saat hamil akan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil. Mengonsumsi suplemen zat besi untuk ibu hamil memiliki berbagai manfaat penting, seperti:

1. Mencegah Anemia Defisiensi Zat Besi

Kekurangan zat besi sering terjadi saat hamil dan dialami sekitar 22% wanita pada trimester kedua dan ketiga.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan ibu hamil sering mengalami lemas, mudah lelah, sesak napas, rentan pingsan, jantung berdebar, dan sulit tidur. 

Bila dibiarkan berlanjut, dampak anemia saat hamil dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin, meningkatkan risiko depresi pasca persalinan, serta meningkatkan risiko penyakit dan kematian janin.

2. Mendukung Perkembangan Janin

Asupan zat besi tambahan diperlukan untuk meningkatkan volume darah Bunda, yang disalurkan ke janin melalui plasenta. Darah bernutrisi ini mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

WHO juga menyatakan bahwa zat besi diperlukan dalam proses pembentukan DNA, yang merupakan materi genetik yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan sel, termasuk sel-sel otak dan organ tubuh janin.

Dengan cukupnya zat besi, janin dapat berkembang dengan optimal dan terhindar dari risiko gangguan kesehatan.

Baca Juga: Gejala Anemia pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

3. Mengoptimalkan Perkembangan Otak Janin

Sebuah studi di AJOG menekankan bahwa asupan suplemen zat besi untuk ibu hamil juga sangat penting untuk perkembangan otak janin.

Kekurangan zat besi selama kehamilan dapat mengganggu pembentukan jaringan saraf dan fungsi otak janin, yang berpotensi berdampak pada kemampuan belajar dan perilaku anak di kemudian hari.

Ini bisa berupa kesulitan dalam perhatian, keterlambatan perkembangan motorik, gangguan memori, hingga peningkatan risiko gangguan seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

4. Mengurangi Risiko Kelahiran Prematur

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. 

Suplemen zat besi membantu menjaga kadar hemoglobin tetap stabil, sehingga mengurangi kemungkinan bayi lahir sebelum waktunya.

Untuk mengetahui kapan hari perkiraan lahir (HPL) sang buah hati yang sebenarnya, Bunda bisa gunakan tools Kalkulator Kehamilan secara gratis dengan memasukkan tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT) secara manual.

5. Mengurangi Risiko Berat Badan Lahir Rendah

Mengonsumsi suplemen zat besi untuk ibu hamil setiap hari dapat membantu meningkatkan berat badan bayi saat lahir.

Semakin optimal asupan zat besi selama kehamilan, semakin besar kemungkinan bayi lahir dengan berat badan yang sehat. Hal ini dapat mengurangi risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.

6. Membantu Proses Persalinan

Anemia defisiensi besi pada ibu hamil sering dikaitkan dengan peningkatan risiko perdarahan berlebihan saat persalinan yang dapat berujung pada kematian ibu.

Sebuah studi dari Journal of Obstetrics and Gynaecology Research menemukan bahwa anemia pada ibu hamil berhubungan dengan peningkatan risiko perdarahan pascapersalinan.

Maka, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi suplemen zat besi untuk ibu hamil setiap hari yang dikombinasikan dengan asam folat untuk mencegah anemia dan komplikasi persalinan yang terkait anemia.

Kapan Ibu Hamil Harus Minum Suplemen Zat Besi?

Mendapatkan zat besi dari makanan mungkin belum cukup, karena 3x makan dalam sehari hanya menghasilkan sekitar 100 mg zat besi dari 800 mg yang dibutuhkan ibu hamil. Maka itu, perlu suplemen zat besi untuk ibu hamil. 

1. Sejak Trimester Pertama

Suplemen zat besi paling direkomendasikan diminum sesegera mungkin di trimester pertama kehamilan untuk mencegah anemia.

Kemenkes RI menyarankan setiap ibu hamil untuk minum tablet tambah darah (TTD) karena kadar Hb pada ibu hamil cenderung menurun pada trimester I. 

2. Trimester Kedua

Kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil cenderung mencapai titik terendah di trimester kedua. Hemoglobin rendah menandakan tubuh mengalami anemia.

Konsumsi suplemen zat besi untuk ibu hamil umumnya disarankan mulai di trimester kedua (minggu ke-12) dengan dosis 30 mg/hari karena kebutuhan zat besi meningkat saat itu. 

Jika hasil lab menunjukkan Bunda benar mengalami anemia, dosis yang lebih tinggi (60-120 mg/hari) mungkin diperlukan. 

Setelah kadar hemoglobin kembali normal, dosis suplemen zat besi bisa diturunkan kembali menjadi 30 mg/hari.

3. Sedang Menjalani Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar membutuhkan lebih banyak zat besi dan nutrisi lain, karena harus mencukupi kebutuhan dua janin sekaligus. Hal ini meningkatkan risiko Bunda mengalami anemia. 

Risiko perdarahan yang meningkat saat melahirkan bayi kembar juga membuat Bunda harus perbanyak suplemen zat besi.

Baca Juga: 11 Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Aturan Konsumsi Suplemen Zat Besi saat Hamil

Untuk mendapatkan manfaat suplemen zat besi secara optimal, Bunda perlu tahu apa aturan-aturan konsumsinya, seperti:

1. Konsultasi ke Dokter Dulu

Secara umum, dosis suplemen zat besi yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah antara 30-60 mg untuk mengurangi risiko anemia dan berat badan bayi lahir rendah.

Namun, setiap ibu hamil memiliki kebutuhan zat besi yang berbeda tergantung pada kondisi kesehatan, kandungan, dan kadar hemoglobin dalam darah. 

Konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk mengetahui dosis dan jenis suplemen yang paling sesuai.

2. Minum di Waktu yang Tepat

Suplemen zat besi idealnya diminum saat perut kosong dengan air putih. Namun, efek samping seperti mual dan muntah saat hamil bisa lebih parah.

Untuk mengurangi efek mual, tablet zat besi dapat dikonsumsi bersama camilan. Pilihlah camilan yang kaya vitamin C agar penyerapan zat besi lebih optimal. 

Alternatif lain yang bisa Bunda lakukan adalah dengan meminum suplemen zat besi sebelum tidur.

3. Kombinasikan dengan Vitamin C

Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, konsumsi TTD sebaiknya disertai buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk, papaya, dan jambu biji.

Jika memungkinkan, kombinasikan dengan makanan sumber zat besi heme seperti daging, ikan, atau unggas yang lebih mudah diserap.

4. Hindari Makanan Penghambat Penyerapan Zat Besi

Beberapa makanan dan obat dapat menghambat penyerapan zat besi, seperti susu yang tinggi kalsium, serta teh dan kopi yang mengandung fitat dan tanin. Zat-zat ini dapat mengikat besi sehingga sulit diserap tubuh.

Hindari juga konsumsi TTD bersamaan dengan tablet kalsium dosis tinggi dan obat maag, karena dapat menghalangi penyerapan zat besi di usus.

Obat maag yang mengandung kalsium juga semakin memperburuk penyerapan zat besi.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Kebutuhan Zat Besi Ibu Hamil

Efek Samping Suplemen Zat Besi dan Cara Mengatasinya Saat Hamil

Bunda mungkin akan mengalami mual, muntah, sembelit, atau diare saat mengonsumsi suplemen zat besi. Namun, efek samping ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. 

Cukupi kebutuhan cairan dan konsumsi makanan berserat untuk bantu atasi sembelit. Jika efek samping terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain dari suplemen, Bunda juga bisa lengkapi asupan zat besi dengan konsumsi susu SGM Bunda High-Iron yang tinggi zat besi, asam folat, serta DHA dan minyak ikan tuna. Bantu optimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

Jangan lupa gabung Klub Generasi Maju untuk akses ratusan artikel gratis yang terverifikasi para ahli, fitur tumbuh kembang, hadiah dari pembelian produk SGM, dan konsultasi 24 jam bersama para ahli melalui Sahabat Generasi Maju.

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya