Zat besi (iron) adalah mikronutrisi penting untuk mendukung si Kecil fokus dan aktif sesuai tahapan tumbuh kembangnya. Itu kenapa Bunda harus pahami ciri bayi kekurangan zat besi agar tidak berlarut sampai memengaruhi tumbuh kembangnya.
Berikut informasi lengkap dan kapan harus konsultasi ke dokter.
Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi
Bayi berisiko kekurangan zat besi jika asupan hariannya tidak kaya akan nutrisi yang satu ini. Apa saja ciri bayi kekurangan zat besi (iron)?
1. Kulit Pucat
Bayi yang kekurangan zat besi umumnya tampak pucat, terutama di wajah, gusi, bibir bagian dalam, kelopak mata bawah, dan punggung kuku. Kondisi ini sering menjadi tanda awal anemia pada bayi.
Pucatnya kulit disebabkan oleh rendahnya hemoglobin, yaitu protein dalam darah yang membawa oksigen dan memberi warna merah pada darah.
Jika hemoglobin kurang, maka darah menjadi kurang merah, sehingga kulit tampak pucat. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda ini, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
2. Putih Mata Kebiruan atau Kekuningan
Kekurangan zat besi pada bayi dapat menyebabkan sklera atau bagian putih pada mata tampak kekuningan atau kebiruan.
Perubahan ini dapat disebabkan oleh penurunan jumlah serat kolagen pada sklera akibat kekurangan zat besi, sehingga lapisan biru di bawahnya, yaitu uvea, menjadi lebih terlihat.
Anemia juga bisa menyebabkan penyakit kuning, yang ditandai dengan menguningnya kulit dan sklera akibat penumpukan bilirubin dalam tubuh karena hati tidak dapat memecahnya.
3. Terlihat Lemas
Ciri bayi kekurangan zat besi (iron) berikutnya adalah tampak lemas, lelah, dan kurang aktif.
Kekurangan zat besi bisa membuat bayi lemas karena tubuhnya kekurangan hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Tanpa oksigen yang cukup, sel-sel tubuh tidak dapat bekerja dengan baik sehingga bayi mudah merasa lelah, lesu, dan kurang bertenaga. Hal ini tentu dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Baca Juga: Dampak Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Mengatasinya
4. Sering Tidur
Bun, rasa lelah bisa terjadi karena tubuh kekurangan zat besi yang diperlukan untuk membentuk hemoglobin. Hemoglobin ini penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Bila hemoglobin kurang, oksigen yang sampai ke jaringan dan otot jadi lebih sedikit, sehingga tubuh terasa kurang bertenaga.
Selain itu, jantung juga harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah yang kaya oksigen. Inilah yang membuat tubuh si Kecil semakin cepat merasa lelah dan sering tidur.
5. Mudah Tertular Infeksi
Bun, zat besi adalah mikronutrien penting untuk kesehatan bayi. Zat ini berperan dalam proses pernapasan sel dan pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh.
Kekurangan zat besi dapat memengaruhi fungsi sel-sel kekebalan tubuh. Akibatnya, bayi bisa lebih rentan terhadap penyakit infeksi.
Jika kekurangan zat besi berlangsung lama, hal ini dapat melemahkan respons kekebalan tubuh terhadap kuman atau patogen. Jadi, penting untuk memastikan kebutuhan zat besi bayi tercukupi, ya, Bun!
6. Bayi Mudah Rewel
Kekurangan zat besi (iron) menyebabkan tubuh bayi kekurangan oksigen, yang bisa membuat si Kecil merasa lelah, lemas, dan tidak nyaman.
Selain itu, karena zat besi adalah unsur penting untuk fungsi otak yang dapat menentukan perilaku psikologis, kekurangan nutrisi ini dapat membuat bayi lebih rewel dan sering menangis.
7. Denyut Nadi Lebih Cepat
Jika Bunda menyadari denyut nadi si Kecil sangat cepat dan tidak teratur, bisa jadi ini ciri bayi kekurangan zat besi.
Jika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin menurun sehingga kadar oksigen dalam darah berkurang.
Untuk mengimbangi kekurangan oksigen tersebut, jantung bayi akan bekerja lebih keras dan lebih cepat, lalu menyebabkan detak jantungnya menjadi tidak teratur dan berdetak dengan sangat cepat.
8. Bayi Terlihat Terengah-engah
Ciri bayi kekurangan zat besi berikutnya yaitu napasnya terlihat terengah-engah. Napas si Kecil akan pendek-pendek karena tubuhnya berusaha mendapatkan lebih banyak oksigen.
Penyebabnya juga karena kurangnya hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Selain napas jadi pendek, bayi juga akan terlihat kelelahan.
9. Kaki dan Tangan Dingin
Kekurangan zat besi dapat membuat tangan dan kaki bayi terasa dingin karena kekurangan sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh.
Akibatnya, sirkulasi darah ke seluruh tubuh menjadi kurang lancar, sehingga tangan dan kaki lebih sering terasa dingin.
10. Berat Badan Sulit Naik
Ciri bayi kekurangan zat besi yang jarang disadari orang tua adalah pertumbuhan berat badan bayi yang lambat atau cenderung stagnan.
Tanpa cukup zat besi, tubuh bayi kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup untuk jaringan dan organ, sehingga memperlambat pertumbuhan dan perkembangannya.
Selain itu, kekurangan zat besi juga bisa mengurangi nafsu makan, membuat bayi tidak mau menyusu atau jadi makan lebih sedikit karena lemas, yang semakin memperlambat kenaikan berat badan.
Baca Juga: 17 Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Bayi
Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Kekurangan Zat Besi?
Setelah melihat ciri-ciri fisiknya, Bunda bisa memastikan apakah si Kecil benar-benar kekurangan zat besi dengan mendapatkan tes darah di rumah sakit.
Sebab, ciri-ciri di atas juga dapat muncul sebagai gejala dari penyakit atau masalah kesehatan lain selain anemia.
Beberapa tes darah yang dapat dilakukan untuk mengukur berapa banyak kadar zat besi (iron) dalam tubuh dan memastikan anemia pada bayi adalah tes hematokrit, serum feritin, serum zat besi, serta total iron binding capacities (TIBC).
Bunda juga dapat mengetahui asupan zat besi si Kecil sudah cukup atau belum dengan lebih mudah lewat Kalkulator Zat Besi, lho!
Apa Efek Jika Bayi Kekurangan Zat Besi?
Menurut penelitian, kekurangan zat besi kronis pada masa bayi dapat berdampak serius pada fungsi kognitif.
Bayi yang mengalami kekurangan zat besi cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih rendah, bahkan skornya tetap lebih rendah ketika mereka memasuki usia sekolah.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan permanen karena kekurangan zat besi terjadi pada periode kritis pertumbuhan dan perkembangan otak.
Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan zat besi sejak dini sangat penting untuk mendukung perkembangan otak yang optimal
Baca Juga: Pentingnya Makanan Mengandung Zat Besi dan Vitamin C untuk Bayi
Bagaimana Cara Mengobati Kekurangan Zat Besi pada Bayi?
Umumnya, ciri bayi kekurangan zat besi (iron) bisa ditangani dengan memperbanyak asupan makanan tinggi zat besi, seperti hati ayam, yang dikombinasikan dengan sumber vitamin C jika si Kecil sudah mulai MPASI.
Bunda juga bisa dapatkan beragam inspirasi resep MPASI Kaya Zat Besi karya Chef Devina Hermawan dan dr. Brenda Shahnaz, CBS, eksklusif di Diary Generasi Maju!
Untuk kasus tertentu, dokter mungkin juga akan menyarankan Bunda memberikan suplemen zat besi untuk bayi. Kapan bayi diberi suplemen zat besi? Suplemen ini dapat diberikan jika perubahan pola makan si Kecil masih belum dapat mengatasi kondisi ini.
Suplemen zat besi (iron) umumnya diberikan dalam bentuk tetes cair atau tablet kunyah. Suplemen ini harus diminum sesuai petunjuk dokter agar efektif meningkatkan kadar zat besi.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter jika bayi menunjukkan gejala kekurangan zat besi yang berkelanjutan.
Segera bawa ke dokter jika si Kecil mulai menunjukkan gejala anemia berat seperti:
- Kulit pucat dan dingin.
- Sklera mata tampak biru.
- Kuku rapuh (mudah patah).
- Sesak napas.
- Detak jantung cepat.
Penting untuk berkonsultasi ke dokter atau ahli untuk mendapat rencana pengobatan yang sesuai. Bunda juga bisa melakukan konsultasi online dengan NutriCare Expert, layanan konsultasi dengan tim ahli ini hadir selama 24 jam, siap untuk memberikan jawaban atas pertanyaan Bunda mengenai anemia dan zat besi.