Facebook Pixel Code 5 Manfaat DHA untuk Bayi dan Cara Optimalkannya

5 Manfaat DHA untuk Bayi dan Cara Optimalkannya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 25 March 2025

7 - 9 Bulan
Nutrisi
Cover Image of 5 Manfaat DHA untuk Bayi dan Cara Optimalkannya

 

Asupan DHA untuk bayi sangat penting dalam perkembangan otak, penglihatan, hingga kualitas tidurnya. Yuk, cari tahu manfaat DHA dan sumber terbaiknya untuk si Kecil agar tumbuh kembangnya optimal!

Apa Itu DHA?

DHA atau docosahexaenoic adalah salah satu jenis asam lemak omega-3 yang penting untuk tumbuh kembang bayi, terutama untuk perkembangan otak dan mata.

Pasalnya, sekitar 10–20% dari total lemak di otak adalah omega-3 dan 90% dari lemak omega-3 di otak terdiri dari DHA yang terkonsentrasi di bagian materi abu-abu otak. 

Materi abu-abu otak adalah area otak yang berfungsi memproses informasi, mengendalikan gerakan, serta fungsi kognitif seperti berpikir, mengingat, dan berbicara.

Menurut Angka Kecukupan Gizi 2019, bayi berusia 0-12 bulan memerlukan 0,5 gram asupan omega-3 setiap hari, yang termasuk DHA.

Manfaat DHA untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi

DHA membawa manfaat bagi perkembangan kognitif, pembentukan sistem kekebalan tubuh, hingga kualitas tidur bayi. Berikut penjelasan manfaat DHA untuk bayi selengkapnya.

1. Optimalkan Perkembangan Otak dan Fungsi Kognitif

Asupan DHA yang memadai sejak bayi sangat berpengaruh pada perkembangan kognitif si Kecil, termasuk daya ingat, fokus, dan seberapa cepat otak memahami, mengolah, dan merespons informasi yang diterima.

Semakin cepat otak memproses informasi, semakin mudah si Kecil berpikir, belajar, dan bertindak dengan efisien.

Sebaliknya, kekurangan DHA selama fase bayi dapat menyebabkan si Kecil mungkin mengalami kesulitan dalam belajar, seperti sulit memahami sesuatu, mengingat, atau memecahkan masalah saat tumbuh besar.

Baca Juga: 6 Pilihan Makanan untuk Dukung Perkembangan Kognitif Bayi

2. Dukung Kesehatan Mata dan Penglihatan

Manfaat DHA untuk bayi selanjutnya adalah membantu memelihara kesehatan mata. Sebab, DHA terdapat dalam retina dalam jumlah yang cukup tinggi.

DHA membantu rhodopsin (protein di dalam sel batang mata) bekerja lebih baik, sehingga mata bisa menangkap cahaya dengan lebih efisien dan mengirimkan gambar ke otak dengan lebih jelas.

Jadi, DHA berperan penting dalam mendukung penglihatan tajam, terutama dalam kondisi cahaya redup. Kekurangan DHA dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan pada anak-anak.

3. Mendukung Imun

Asupan DHA yang cukup dari makanan MPASI dapat membantu meningkatkan sistem imun bayi melawan infeksi dan mencegah penyakit.

Penelitian melaporkan, bayi berusia 6 bulan yang mendapat asupan DHA juga cenderung lebih cepat pulih dari gejala penyakit seperti demam, pilek, hingga ruam kulit.

DHA yang rutin dikonsumsi selama kehamilan bahkan dapat membantu perkembangan sistem imun bayi sejak dalam kandungan.

Sebuah penelitian melaporkan, Ibu hamil yang mengonsumsi suplemen DHA 400 mg per hari diketahui dapat mengurangi kemungkinan bayinya terkena flu pada usia 1 bulan.

4. Bantu Tidur Lebih Nyenyak

Sebuah studi meneliti pengaruh kandungan DHA dalam ASI pada bayi yang disusui ASI eksklusif.

Hasilnya menunjukkan bahwa DHA bisa membantu mengubah hormon serotonin menjadi melatonin, yaitu hormon yang mengatur kualitas tidur sekaligus mood bayi.

Artinya, mendapatkan cukup asupan DHA (baik dari asi maupun makanan) dapat membantu si Kecil tidur lebih nyenyak dan tidak mudah rewel.

Baca Juga: 15 Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak dan Resepnya

5. Dukung Perkembangan Emosional dan Sosial

DHA banyak terdapat dalam lobus frontal, bagian depan otak yang berperan dalam aktivitas kognitif kompleks, seperti pemecahan masalah.

Peneliti mengungkap adanya potensi hubungan antara struktur lobus frontal dan sistem otak yang mengatur perkembangan sosial, emosional, serta perilaku anak.

Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami apakah efek serupa juga terjadi pada bayi.

Sumber DHA yang Baik untuk Bayi

Bunda dapat memenuhi kebutuhan DHA untuk bayi melalui 2 sumber utama berikut ini:

1. ASI

DHA dapat ditemukan secara alami di dalam ASI. Itu mengapa ASI menjadi satu-satunya sumber nutrisi terbaik untuk bayi sampai setidaknya berusia 6 bulan.

Kendati demikian, perlu diketahui bahwa kandungan DHA dalam ASI sangat dipengaruhi oleh asupan makanan.

Oleh karena itu, ibu menyusui perlu memperhatikan asupannya sehari-hari, memastikan bahwa makanannya mengandung nutrisi yang dibutuhkan.

2. Makanan yang Mengandung Omega-3

DHA adalah salah satu nutrisi penting untuk otak. Selain dari ASI, bayi yang sudah mulai dikenalkan MPASI sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3, seperti:

  • Ikan salmon.
  • Ikan sarden.
  • Ikan tuna.
  • Telur omega-3.
  • Yoghurt.

Namun, pemberian ikan untuk MPASI bayi harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat adanya potensi reaksi alergi. Konsultasikan dengan dokter bila perlu.

Baca Juga: Pentingnya Makanan Tinggi Zat Besi dan Vitamin C untuk Bayi

Cara Memastikan Bayi Mendapatkan Asupan DHA yang Cukup

Terdapat beberapa cara agar Bunda dapat konsisten memenuhi kebutuhan harian DHA untuk bayi, berikut di antaranya:

1. Pola Makan Ibu Menyusui yang Kaya DHA

Agar ASI kaya akan DHA, ibu menyusui dapat menerapkan beberapa tips pola makan berikut ini:

  • Tambahkan sumber nabati omega-3, seperti biji chia, kacang kenari, kacang kedelai, dan lainnya.
  • Konsumsi lauk atau suplemen omega-3 dengan makanan yang mengandung lemak sehat, karena dapat mempercepat penyerapan.

2. Berikan MPASI Kaya DHA

Setelah bayi mencapai usia 6 bulan, perkenalkan makanan pendamping ASI yang mengandung DHA.

Selain pemilihan bahan, cara pengolahannya juga perlu diperhatikan agar lebih bervariasi, bernutrisi, dan sesuai dengan kebutuhan si Kecil.

Bunda bisa dapatkan berbagai resep MPASI secara gratis dengan mengunduh Inspirasi Resep MPASI Kaya Zat Besi, lho! Resep-resepnya dibuat oleh Chef Devina Hermawan dan dr. Brenda Shahnaz, CBS, CIMI, sehingga tak hanya lezatnya terjamin, tapi gizinya juga maksimal!

3. Suplemen Minyak Ikan

Bila perlu, suplemen minyak ikan dapat diberikan kepada bayi. Bunda juga boleh mengonsumsinya selama masih menyusuiuntuk meningkatkan kadar DHA dalam ASI.

Namun, pemberian suplemen harus berdasarkan rekomendasi dokter untuk memastikan dosis dan keamanan yang tepat. Secara umum, berikut rekomendasi dosis minimumnya:

  • Bayi (1-18 bulan) dengan berat 0-7 kg: 32 mg/kg (suplemen EPA+DHA)
  • Ibu menyusui: 300 mg DHA per hari.

Demikian pembahasan mengenai pentingnya asupan DHA untuk bayi hingga cara memenuhi kebutuhannya. Semoga artikel di atas bermanfaat, ya!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Diary Generasi Maju (DGM MPASI)

Image Banner Diary Generasi Maju (DGM MPASI)

Kalkulator Zat Besi

Image Banner Kalkulator Zat Besi